Minggu, 10 April 2016

Titik Kesadaran di Luar Sadar




JAWARA?

    Perkenalkan, namaku Muhammad Misbakhul Munir,
Aku mantan jawara petak umpet tingkat keluarga dan handai taulan
Aku bisa sembunyi selenyap mungkin
Aku bisa menghilang tanpa perlu menutup muka dengan kedua telapak tangan seperti yang dilakukan Raib di novel Bumi-nya Tere Liye.
    Aku pencuri ulung,
Rastusan ribu lebih uang bapak kutilap demi salurkan hobi bermain game online dan membeli voucher game
Ratusan ikan cupang lebih milik seorang tua penjual ikan hias aku curi diam-diam demi luluskan hasrat pribadiku sebagai kolektor cilik ikan aduan
Aksi-aksiku selalu berjalan rapi dan presisi nyaris tanpa cela
Meski tidak lagi mencuri ikan cupang, aku tetaplah jawara perihal sembunyi dan menyembunyikan apapun tanpa diketahui siapapun.
    Hingga sampai kepada sebuah perenungan ternyata ada dua hal yang benar-benar tidak mampu aku sembunyikan
Satu, segalanya dari Allah swt.
Dua, aku tidak pernah mampu menyembunyikan perasaan rindu dari kekasihku
    Dititik ini, aku BUKAN jawara lagi…


Angkringan, 10 April 2015

Laporan Perjalanan



     Tanggal 16 Februari 2016 SMAN 2 Magelang mengadakan kegiatan studi budaya atau PLS. Kegiatan ini wajib diikuti oleh seluruh siswa kelas X SMAN 2 Magelang. Tempat yang akan kami tuju adalah PT.Sriteks dan Museum Sangiran. Kami berangkat dari sekolah sekitar pukul 07.15 WIB dengan menggunakan enam buah bus, setiap bus akan diisi kurang lebih empat puluh siswa dari kelas yang berbeda.
     Tempat pertama yang kami kunjungi adalah PT.Sriteks. PT. Sritex itu adalah kepanjangan dari PT. Sri Rejeki Isman Textil. Sritex awalnya adalah sebuah toko yang berada di pasar klewer Solo. Produksi Sritex sangat bagus sehingga menjadi sebuah pabrik tekstil terbesar di Asia Tenggara. Sritex memproduksi berbagai macam kain yang dapat diolah menjadi berbagai macam pakaian. Sesuai jadwal yang diberikan, perjalanan dari sekolah menuju Sriteks akan memakan waktu sekitar 3 jam. Selama perjalanan kami isi dengan mengobrol, senda gurau, dan berbagi bekal makanan. Kami sampai di PT.Sriteks sekitar pukul 11.00 WIB, satu jam lebih lambat dari jadwal, dikarenakan kami berhenti di SPBU dan terjebak antrean yang cukup panjang karena fasilitas kamar kecil di tempat itu sangat terbatas.
         
      Setelah dari PT. Sritex rombongan menuju ke Musium Sangiran. Sebelum ke Musium sangiran bis menuju ke rumah makan untuk mengambil rice box, kemudian kami memakan rice box tersebut di dalam bis. Museum Sangiran merupakan Museum arkeologi yang terletak di Kalijambe, Sragen, Jawa Tengah. Museum ini berdekatan dengan area situs purbakala terlengkap di Asia yang merupakan salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Bangunan pada Museum ini terlihat megah.    Di dalam museum terbagi menjadi 3 ruang pamer. Di dalam ruang pamer 1 berisi kekayaan Sangiran berupa fosil-fosil hewan purba seperti gajah dan buaya. Di dalam ruang pamer 1 juga terdapat fosil tengkorak manusia purba Homo Erectus yang dilengkapi dengan kapan, dimana, siapa yang menemukannya dan keterangan bagian-bagiannya.
     Ruangan kedua terdapat berbagai pengetahuan seluk beluk fosil manusia dan hewan purba yang lebih bervariasi lagi yang juga di temukan di kawasan Sangiran. Di dalam ruangan kedua ini juga terdapat ruang audio Visual untuk pemutaran film kisah kehidupan manusia prasejarah. Sementara di ruang pamer 3 berisi keemasan Homo Erectus sekitar 500.000 tahun yang lalu.
     Kami berada di Musium sangiran sekitar dua jam. Sekitar pukul 16.00 kami meninggalkan sangiran dan menuju ke Solo Square.
     Sekitar pukul 16.30 kami sampai di Solo Square kami diberi waktu sampai kira kira pukul 18.30 disana kita di persilahkan utuk berbelanja, makan makan, main ke time zone dan lain sebagainya. Sesudah ke Solo Square kami melanjutkan perjalanan pulang. Namun sebelum pulang ke magelang rombongan menuju ke rumah makan untuk makan malam dan melaksanakan sholat.
     Sesudah makan dan sholat kami melanjutkan perjalan pulang. pada pukul 23.00 WIB kami telah tiba di sekolah, kemudian kami pulang ke rumah masing-masing meskipun ada beberapa anak yang memutuskan untuk bermalam di sekolah karena sudah terlalu larut untuk pulang.